Published On: 5 October 2023Categories: Berita, Berita Daerah, Headline

Foto: Plt Kepala Disdikbud Kabupaten Batang, Bambang Suryantoro S, MM dan Dra. Nani Rosdijati, M.Pd saat Pembukaan Workshop Peningkatan Kompetensi Manajerial Supervisi Pengawas Penilik dan Ketua PKBM era Kurikulum Merdeka.

Kabupaten Batang – – Dinas Pendidikan Kabupaten Batang telah menunjukkan komitmennya yang kuat terhadap peningkatan kualitas pendidikan dengan menyelenggarakan sebuah kegiatan workshop yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi manajerial supervisi pengawas, penilik, dan ketua PKBM. Kegiatan berharga ini diadakan pada tanggal 3 dan 4 Oktober 2023 dan menjadi sebuah forum penting bagi para Pengawas, Penilik dan Ketua PKBM di Kabupaten Batang.

Plt Kepala Disdikbud Kabupaten Batang, Bambang Suryantoro S, pada saat sambutan pembukaan mengatakan harapannya dari kegiatan workshop ini adalah agar para pengawas, penilik sekolah dan Ketua PKBM yang hadir dapat lebih siap menghadapi perubahan dalam dunia pendidikan yang terus berkembang.

“Kami harapkan dapat berperan aktif dalam mendukung implementasi kurikulum Merdeka Belajar di satuan pendidikan mereka masing-masing”. Harapnya.

Ia mengatakan bahwa Workshop ini menjadi langkah awal yang sangat positif dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah-sekolah di Kabupaten Batang, serta menyongsong masa depan pendidikan yang lebih baik.

“Dengan kompetensi manajerial dan supervisi yang ditingkatkan, para pengawas dan pengelola pendidikan dapat memberikan kontribusi positif yang lebih besar bagi kemajuan pendidikan di wilayah ini”. Pesanya.

Narasumber yang hadir, seperti Nani Rodijati, Tri Mulyani,  Ardiani Mustikasari dari (BBPMP Jateng) dan Kustopo, dari Pengawas Sekolah. Narasumber memberikan wawasan yang berharga kepada peserta dan membantu mereka memahami konsep-konsep yang terkait dengan perubahan ini.

Nani Rosdijati, Narasumber dari BBPMP Jateng mengatakan, materi yang dipilih untuk diangkat dalam workshop ini sangat relevan dengan perkembangan terkini dalam dunia pendidikan. Para peserta mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta kebijakan daerah yang berdampak signifikan pada implementasi kurikulum Merdeka.

“Materi ini mencakup perubahan dalam pendekatan pembelajaran, pengelolaan kurikulum, dan aspek-aspek penting lainnya dalam dunia pendidikan sehingga mudah diterapkan dalam pendampingan oleh pegawas sekolah epada kepala sekolah di satuan pendidikan”. Jelasnya.

Tri Mulyani, Widyaprada BBPMP Jateng yang juga menjadi narasumber mengatakan, salah satu aspek yang menjadi fokus utama dalam workshop ini adalah peran pengawas sekolah dalam pengelolaan kurikulum dan fasilitas pengawas. Para peserta diberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana peran mereka telah berubah dalam konteks Kurikulum Merdeka Belajar yang tengah diterapkan secara nasional.

“Peserta diajak untuk melakukan analisis yang cermat mengenai perbedaan antara peran pengawas sekolah yang lama dengan yang baru, serta memahami siklus pendampingan yang diperlukan untuk memastikan keberhasilan implementasi kurikulum Merdeka Belajar di satuan pendidikan”. Ungkapnya.

Sementara itu, narasumber lainnya, Ardiani Mustikasari WP BBPMP Jateng, mengatakan terjadi iskusi antara para peserta dan narasumber menjadi salah satu komponen penting dalam kegiatan workshop ini.

“Peserta memiliki kesempatan unik untuk berinteraksi langsung dengan narasumber yang sangat kompeten di bidangnya. Diskusi ini menjadi wadah yang sangat berharga untuk menyampaikan pendapat, pertanyaan, dan pemikiran mereka terkait dengan perubahan dalam peran pengawas sekolah”. Tegasnya.