Kepala BBPMP Provinsi JawaTengah, Nugraheni Triastuti, SE, M.Si bersama tim dan Hamdan Siregar, MM bersama tim BPMP Bengkulu saat uji patok pada hari Selasa (6/12/22) di ruang WBBM.

Semarang – – Membangun trust dengan berbagai kepentingan pendidikan di daerah sangat penting dilakukan oleh BBPMP Provinsi JawaTengah sehingga sampai hari ini kami dipercaya oleh Kabupaten/Kota untuk membantu berbagai kegiatan peningkatan SDM Pemda yang sesuai dengan TUSI dan membantu memberdayakan semua potensi yang ada di kantor baik SDM maupun pemanfaatan sarana prasarana.

Hal itu disampaikan Tatik Lestsri saat menerima tamu dari BPMP Bengkulu yang melakukan Studi Patok tentang Penerapan Kedisiplinan Pegawai, Perwalian dan Mitra Pembangunan di ruang WBBM pada hari Selasa (6/12/2022) yang dihadiri oleh tim penerima tamu dari bagian kepegawaian dan konsultan.

Hamdan Siregar, Kasubag umum BPMP Bengkulu sebagai ketua rombongan menyampaikan bahwa tujuan melakukan studi patok ini agar mengetahui berbagai hal raktik baik yang sudah dilakukan oleh BBPMP Provinsi JawaTengah dalam mengelola pegawai dan berbagai aplikasi yang telah dibuat dalam membentuk kinerja pegawai profesional, serta membagi Waliwilayah yang bisa diterima oleh seluruh pegawai dan membangun mitra pembangunan sehingga bisa mendukung kinerja UPT.

“Kami berharap kepada tim BBPMP Provinsi JawaTengah bisa memberikan semua praktik baik kepada kami baik berupa dokumen yang bisa kami bisa contoh maupun berbagai strategi dan pendekatan kepada pegawai dalam menyelesaikan persoalan dan panduan cara memberikan punishment dan reward kepada pegawai. Kami juga ingin mengetahui efektivitas Waliwilayah dalam pendampingan daerah baik itu PSP, IKM, PBD dan lainnya yang bisa mendukung kinerja UPT. Serta membangun mitra UPT dengan pemda maupun mitra pembangunan yang ada di JawaTengah”. Pesannya.

Tatik Lestari dalam penyampaian kepada tim BPMP Bengkulu menambahkan bahwa dalam membangun kedisiplinan di BBPMP JawaTengah menggunakan aplikasi Lentera yang bisa digunakan untuk memantau semua pegawai yang ada sehingga semua data terdokumentasi dengan baik. Seluruh pegawai bisa mengetahui dengan jelas kegiatan yang dilakukan secara individu karena aplikasi itujuga bisa diakses oleh pegawai.

“Dengan aplikasi Lentera ini memudahkan BBPMP JawaTengah dalam melihat kegiatan seluruh pegawai. Sekarang tidak bisa dilakukan oleh pegawai dengan membuat surat tugas yang dobel karena secara sistem dan itu juga digunakan untuk melihat kinerja pegawai secara keseluruhan. Aplikasi ini terus akan dikembangkan untuk lebih efektif dan efisien. Seluruh dokumen pegawai ada di aplikasi Lentera sehingga memudahkan bagian kepegawaian untuk melihat kelengkapan dokumen dari seluruh pegawai di BBPMP ini.

Setiarini dari bagian kepegawaian menambahkan tentang SK Waliwilayah yang sudah dimiliki oleh BBPMP Provinsi Jawa Tengah dan telah bekerja efektif dalam mendampingi daerah sesuai tugas dan fungsinya melalui pendampingan PSP, IKM, PBD dan lainnya. Dimana dalam penugasan ini menggunakan komposisi antara Widyaprada dan staf secara seimbang sesuai kompetensi yang diperlukan sehingga terjadi kerjasama kondusif dalam pendampingan di daerah. Disamping itu kami juga bisa melihat efektivitas dan komitmen dalam membangun budaya profesionalitas di UPT kami.

“Waliwilayah memiliki peran penting dalam pendampingan baik melalui PMO maupun pendampingan lainnya. Kebanyakan Waliwilayah berasal dari daerah asal pegawai sehingga memudahkan berkolaborasi berkoordinasi dengan pemangku kepentingan di daerah, dengan komposisi yang sudah berjalan ini dianggap memudahkan   Waliwilayah dalam bekerja dan ini bisa diterima oleh seluruh pegawai kami sesuai penugasan dserah. Sedangkan untuk melihat komitmen dari seluruh pegawai bisa dilihat dengan sistem dan penilaian yang ada di UPT kami. Ada contoh baik dari pimpinan yang bisa dilihat dan dicontoh oleh pegawai”. Terangnya.

Siti Murwati bagian kepegawaian yang juga seorang psikolog menyampaikan pentingnya membangun budaya disiplin agar terbentuk budaya kinerja profesional sesuai dengan harapan dan tuntutan aparatur sipil negara. Di BBPMP Provinsi JawaTengah telah memiliki sistem dan kartu kendali untuk mengetahui data individu pegawai yang bisa melihat langsung aktivitas di kantor dan keluar kantor sebagai evaluasi.

“Bentuk pembiasaan yang dilakukan oleh BBPMP Provinsi JawaTengah pernah melaksanakan absen 3 kali, pagi-siang-sore dan ini adalah sebagai upaya untuk membangun budaya dan tanggungjawab individu sebagai aparatur sipil negara. Aktivitas mereka bisa dipantau oleh CCTV maupun foto yang dilakukan oleh para pegawai penjaga yang ada di depan kantor. Hal ini menjadi penting untuk mengikuti komitmen kemajuan yang dibangun bersama.

Sudaryanta Waliwilayah Kabupaten Sragen memberikan masukan tentang peran Waliwilayah dalam mendampingi daerah sesuai TUSI yang ada, banyak hal baru yang kami lakukan dalam pendampingan PSP, IKM, PBD termasuk memanfaatkan Rapor Pendidikan dalam mengkomunikasikan kepada pemangku kepentingan pendidikan di daerah agar mengetahui dan memahami capaian pendidikan di daerah.

“Peran Waliwilayah dalam mengkomunikasikan atau memasarkan peran BBPMP Provinsi JawaTengah di daerah merupakan ujung tombak dalam meraih “trust” dari Pemda. Setiap permasalahan pendidikan, baik masalah SDM, Perencanaan yang ada di daerah bisa dibantu  oleh Waliwilayah sehingga bisa terus membangun kepercayaan secara simultan dan berkesinambungan walaupun pejabat terus bergantian”. Terangnya.

Sementara konsultan BBPMP Provinsi JawaTengah, Syaifulloh saat menjawab pertanyaan dari rombongan terkait dukungan regulasi dan anggaran dari Pemda/Pemkot menyampaikan bahwa pelaksanaan Konsultatif dan asimetris ke setiap daerah memiliki kebutuhan masing-masing sehingga dibutuhkan pendekatan yang berbeda-beda di setiap daerah.

“Ada beberapa strategi yang dilakukan oleh Tim Waliwilayah. Ada kalanya Waliwilayah langsung merespon informasi melalui PMO setiap bulan. Jika memungkinkan kepala BBPMP Provinsi JawaTengah langsung beraudiensi dengan Bupati, Walikota, dan DPRD untuk mendapatkan dukungan dari Pemda/Pemkot terkait PSP, IKM, PBD, anggaran dan regulasi pendukungnya agar program Kemendikbudristek bisa dikawal dengan baik oleh Pemda. Ketika semua kepentingan memahami kebutuhan itu maka, dukungan anggaran dan regulasi akan lebih mudah diperoleh”. Terangnya

Dalam penutupan pertemuan Kepala BBPMP Provinsi JawaTengah mengucapkan terimakasih kepada semua rombongan BPMP Bengkulu yang melaksanakan uji patok. Semoga apa yang dilihat dan disiskusikan berupa praktik baik bisa memberikan manfaat untuk seluruh rombongan. Pesannya.