Published On: 19 February 2024Categories: Berita

Semarang, 19/2/2024. Pandemi Covid-19 yang terjadi selama 2 tahun menyebabkan terganggunya proses belajar di satuan pendidikan, hal itu mengakibatkan hilangnya pembelajaran (learning loss) peserta didik. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada Selasa, 5 Desember 2023 merilis hasil studi PISA 2022. Hasil PISA 2022 menunjukkan peringkat hasil belajar literasi Indonesia naik 5 sampai 6 posisi dibanding PISA 2018. Untuk literasi membaca, peringkat Indonesia di PISA 2022 naik 5 posisi dibanding sebelumnya. Untuk literasi matematika, peringkat Indonesia di PISA 2022 juga naik 5 posisi, sedangkan untuk literasi sains naik 6 posisi. Meskipun secara peringkat mengalami kenaikan namun skor PISA tahun 2022 mengalami penurunan dibandingkan dengan capaian tahun 2018.

Capaian Rapor Pendidikan Provinsi Jawa Tengah tahun 2023 menunjukkan bahwa Rapor Pendidikan belum memuaskan. Rata-rata Rapor Pendidikan Kabupaten/Kota (jenjang pendidikan dasar) berada pada level Tuntas Pratama dengan nilai 69,90. Capaian tersebut meningkat dari tahun 2022 yang sebesar 61,83. Sedangkan Rata-rata Rapor Pendidikan untuk Provinsi Jawa Tengah (jenjang pendidikan menengah) berada pada level Tuntas Muda dengan nilai 62,92. Capaian tersebut meningkat dari tahun 2022 yang sebesar 59,06.

Untuk meningkatkan mutu pendidikan khususnya pada peningkatan literasi dan numerasi di satuan Pendidikan di Provinsi Jawa Tengah, BBPMP Provinsi Jawa Tengah tidak dapat melakukannya sendiri, namun perlu ada kolaborasi dengan instansi lain. Menyadari hal tersebut, BBPMP Provinsi Jawa Tengah melakukan kolaborasi (collaboration governance) dengan instansi pemerintah lain yang ada di Jawa Tengah seperti Balai Bahasa, LLDikti, BBPMPPV Seni dan Budaya, dan pemerintah daerah. Kolaborasi juga dilakukan dengan komunitas belajar, akademisi, dan mitra pembangunan di daerah.

Dengan dasar latar belakang tersebut di atas BBBMP Provinsi Jawa Tengah melaksanakan kegiatan supervisi pemulihan pembelajaran. Tujuan kegiatan supervisi pemulihan pembelajaran tahap pertama ini adalah untuk mengidentifikasi kebutuhan pengembangan pengetahuan terkait dengan optimalisasi buku bacaan bermutu dengan melibatkan mahasiswa kampus mengajar dan mitra pembangunan. Kegiatan dilaksanakan pada rentang 16-22 Februari 2024 di 35 Kabupaten/Kota.

Lembaga yang menjadi sasaran dari pelaksanaan kegiatan ini 140 sekolah jenjang PAUD, 140 sekolah SD, 140 sekolah SMP, 140 sekolah SMA, 35 SKB, 35 dinas pendidikan di Kab/Kota, dan 13 cabang dinas pendidikan Provinsi Jawa Tengah. Sekolah-sekolah yang menjadi sasaran tersebut adalah sekolah-sekolah yang nilai rapor pendidikan khususnya pada kompetensi literasi masih rendah atau berwarna merah/kuning. Unsur-unsur yang menjadi peserta kegiatan adalah Kepala Bidang PAUD, Kepala Bidang SD, Kepala Bidang SMP, Kepala seksi SMA-LB, pengawas, kepala sekolah, komite sekolah, serta dari unsur guru. Dengan total jumlah peserta sebanyak 875 peserta.

Pelaksanaan kegiatan supervisi pemulihan pembelajaran mendapat apresiasi yang sangat baik dari pemangku kepentingan di daerah. “Apresiasi setinggi-tinggi kepada BBPMP Provinsi Jawa Tengah atas pelaksanaan kegiatan supervisi pemulihan pembelajaran ini, dan berharap ada kegiatan dan program yang lebih konkrit dalam peningkatan literasi seperti program bedah perpustakaan atau pembuatan pojok baca di satuan pendidikan dengan anggaran dari BBPMP Provinsi Jawa Tengah” cetus Bapak Ismun Hadiyo, S.Pd,SD. selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang.

Dukungan pemulihan pembelajaran melalui penguatan literasi dilakukan melalui 5 strategi yaitu program buku bacaan bermutu, perencanaan berbasis data, program guru penggerak, program kampus mengajar, dan Kemitraan dengan mitra Pembangunan.

Dengan dilakukannya kegiatan pemulihan pembelajaran ini diharapkan berdampak pada peningkatan indeks rapor pendidikan di satuan pendidikan. Satuan pendidikan dengan dukungan dari komite sekolah dan supervisi dari pengawas diharapkan dapat memaksimalkan pemanfaatan buku bacaan di satuan pendidikan, mewujudkan lingkungan sekolah kaya literasi, mewujudkan perpustakaan sekolah yang nyaman dan menarik bagi siswa dan membuat kegiatan-kegiatan yang mendukung peningkatan literasi siswa. (Imron).