Published On: 7 December 2023Categories: Berita, Berita Daerah, Headline

Foto: Kadisdikbud, Slamet Achmad Husein, SE, MM. Didampingi Tim BBPMP Jateng, SOS Children Village dan Kepala SMPN 2 Martoyudan, saat Membuka Kegiatan Ortek Satgas TPPKSP di SMPN 2 Martoyudan Kabupaten Magelang. Kamis (7/12/2023)

Martoyudan – – Kegiatan pembukaan Orientasi Teknis (Ortek) Satuan Tugas (Satgas) dan Tim Pencegahan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan secara resmi dibuka oleh Kadisdikbud Kabupaten Magelang pada hari Kamis (7/12/2023). Acara ini diselenggarakan di SMPN 2 Martoyudan, Kabupaten Magelang. Kegiatan ini merupakan uji coba dari modul  Satgas dan Tim Pencegahan Kekerasan di Satuan Pendidikan yang telah disusun oleh BBPMP) Jateng bekerjasama dengan SOS Children Village.

Ketua Panitia Ortek dari BBPMP Jateng, Sukamat, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya implementasi kebijakan Merdeka Belajar di episode ke-25 yang diluncurkan pada tanggal 8 Agustus 2023.

“Dalam rangka mewujudkan lingkungan belajar yang kondusif, aman, dan nyaman bagi para siswa, diperlukan upaya pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan pendidikan”. Ungkapnya.

Sukamat juga mengatakan bahwa hal ini juga sejalan dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 46 tahun 2023 tentang Pencegahan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan.

“Peraturan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi para siswa yang bebas dari kekerasan di satuan pendidikan”. Ungkapnya lagi.

Dalam acara ini, BBPMP Jateng juga mengembangkan modul aplikatif untuk TPPKSP yang akan diujicobakan selama 2 hari ini, semoga kita mendapatkan masukan berharga dari para peserta Ortek TPPKSP dari Kabupaten Magelang.

“Modul ini akan menjadi panduan bagi sekolah-sekolah dalam menghadapi situasi terkait kekerasan di satuan pendidikan”. Tegasnya.

Kepala Sekolah SMPN 2 Martoyudan mengatakan Kegiatan Ortek ini diikuti oleh beberapa sekolah di Kabupaten Magelang yang telah diundang secara khusus untuk menguji materi yang telah disusun oleh BBPMP Jateng.

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah SMPN 2 Martoyudan Kabupaten Magelang, Prastawa Wahyujati, menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya sebagai tuan rumah acara ini. “Kegiatan Ortek ini diikuti oleh 8 sekolah yang diundang secara khusus”. Ujarnya.

Kepala Dindikbud Kabupaten Magelang, Slamet Achmad Husein, mengawali sambutan dengan pantun yang memotivasi peserta, “Burung indah burung Manyar, burung elang di atas penggalang, selamat datang selamat belajar, tetap semangat belajar dan pantang menyerah.”

Kadisdikbud mengatakan,  dalam konteks pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan pendidikan, Kabupaten Magelang menghadapi tantangan yang terus meningkat sejak tahun 2021. Terdapat 47 kasus kekerasan yang melibatkan anak sekolah dan remaja dan  sepanjang tahun 2022 meningkat menjadi 67 kasus.

“Berbagai jenis kekerasan lainnya juga terjadi baik secara terang-terangan maupun secara terselubung”. Tegasnya.

Ahmad mengatakan, Dalam menyikapi hal ini Disdikbud, menyebutkan pentingnya penerapan Permendikbud Nomor 46 tahun 2023 menjadi alat untuk mengantisipasi pencegahan korban dan pelaku kekerasan di lingkungan satuan pendidikan.

“Dinas Pendidikan Kabupaten Magelang mendukung kegiatan TPPKSP (Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan) di sekolah-sekolah. Sebanyak 59 sekolah SMP telah mendaftar sebagai agen perubahan dalam transformasi pendidikan dan penyediaan sarana prasarana pendukung pencegahan kekerasan di satuan pendidikan”. Ungkapnya.

Ahmad mengharapkan dengan adanya kegiatan Ortek Satgas dan Tim Pencegahan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan ini, langkah-langkah konkret dapat diambil dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi para siswa di Kabupaten Magelang. Pungkasnya.