Published On: 2 April 2024Categories: Berita, Berita Daerah

Sukoharjo – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukoharjo menggelar webinar yang dihadiri oleh para Kepala Sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), yang berlangsung pada hari Selasa, (2/4/2024).

Acara tersebut dihadiri dan dibuka oleh Kepala Bidang Pembinaan PAUD-PNF, Warsini, S.Sos, M.M., mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukoharjo.

Dalam sambutan pada pembukaan webinar tersebut, Warsini menjelaskan bahwa Rapor Pendidikan memiliki peran penting sebagai platform yang menyediakan data laporan hasil dalam rangkaian program yang saling terintegrasi.

“Melalui keempat program tersebut, diharapkan sistem pendidikan dapat mendorong dan membentuk karakter serta kompetensi semua murid di Indonesia”. Tegasnya.

Dia juga mengungkapkan bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukoharjo baru-baru ini menerima penghargaan sebagai daerah yang responsif dalam perencanaan berbasis data dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.

Dia memotivasi para peserta webinar untuk mengakses dan menganalisis Rapor Pendidikan yang telah diluncurkan oleh pemerintah pada tanggal 5 Maret 2023. Warsini menegaskan bahwa peningkatan layanan pendidikan memerlukan kolaborasi dari semua pihak, termasuk pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan orang tua. Selain itu, Warsini menekankan pentingnya penggunaan Rapor Pendidikan sebagai alat bantu dalam melakukan perencanaan berbasis data.

Diharapkan tercipta kesadaran dan kolaborasi untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan data dan menghasilkan peningkatan kualitas pendidikan di Sukoharjo.

Webinar kali ini menghadirkan dua orang narasumber yang sangat kompeten, yaitu Wiji Hastuti, S.Pd. Ketua IGTKI PGRI dan Yusrika Firda Isnaeni, S.Pd Co-Kapten belajar.id Kabupaten Sukoharjo, dengan tema “Mewujudkan transformasi PAUD Berkualitas melalui Rapor Pendidikan dan Perencanaan Berbasis Data”.

Paparan materi

Sebagai narasumber pertama, Wiji Hastuti dalam paparannya menyampaikan gambaran umum Platform Rapor Pendidikan satuan pendidikan. Diawali dengan pengenalan Platform Rapor Pendidikan sebagai laporan hasil evaluasi layanan pendidikan yang merupakan penyempurnaan dari Rapor Mutu yang disusun oleh instrumen dan proses evaluasi yang berfokus pada hasil belajar peserta didik. Disampaikan pula berbagai fungsi dan indikator Rapor Pendidikan yang dibagi menjadi beberapa lapisan berdasarkan jenjang satuan pendidikan.

“Dari apa yang kita pahami bersama-sama tadi bahwa raport pendidikan ini menampilkan kondisi dari satuan pendidikan berdasarkan data dan juga hasil asesmen dan survei-survei nasional yang melibatkan satuan pendidikan. Satuan pendidikan dan dinas dapat menjadi dapat menjadikan Rapor Pendidikan ini sebagai acuan dalam: (1) mengidentifikasi masalah; (2) merefleksikan akar permasalahan; (3) membenahi kualitas pendidikan secara menyeluruh. Publik dapat mengakses Rapor Pendidikan sebagai upaya gotong royong dalam membenahi kualitas pendidikan secara menyeluruh. Rapor Pendidikan dapat diakses oleh kepala sekolah, guru dan operator sekolah.” rangkum Wiji Hastuti sebelum mengakhiri paparan materi.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Yusrika Firda Isnaeni, S.Pd Co-Kapten belajar.id Kabupaten Sukoharjo mengenai pemanfaatan akun belajar.id dalam Rapor Pendidikan dan Perencanaan Berbasis Data. Diawali dengan penyampaian gambaran umum akun belajar.id yang sudah dirilis oleh kemendikbudristek sejak tahun 2022. Pada kesempatan ini disampaikan materi tentang cara mendapatkan akun belajar.id melalui portal admin belajar.id

“Jika operator sekolah tidak dapat mengajukan akun belajar.id melalui portal admin belajar.id, silahkan klik tombol Butuh Bantuan yang ada di layar desktop. Setelah mendapat akun belajar.id, diharapkan segera mengaktifkan akun untuk mengakses Platform Rapor Pendidikan. Eksplorasi platform rapor pendidikan dapat diakses melalui laman raporpendidikan.kemdikbud.go.id. Masuk sebagai satuan pendidikan/Pemerintah Daerah dengan menggunakan akun belajar.id.” jelasnya.

Untuk melakukan eksplorasi Rapor Pendidikan dapat dimulai dengan membaca halaman ringkasan yang terdiri dari detail satuan pendidikan, ringkasan kondisi satuan pendidikan dan indikator prioritas satuan pendidikan. Hal yang perlu diperhatikan pada saat melakukan eksplorasi rapor pendidikan adalah memahami inspirasi benahi untuk melihat rekomendasi perbaikan yang dapat dilakukan di satuan pendidikan. Kemudian mengunduh Laporan dan Rekomendasi PBD untuk mendapatkan laporan terkait hasil capaian satuan pendidikan dan rekomendasi PBD. Dan terakhir mengunduh poster rapor pendidikan bagi satuan pendidikan dengan hasil Asesmen Nasional memadai

“Saat ini capaian dashboard akses rapor pendidikan jenjang PAUD Kesetaraan dengan capaian 12,8%  sudah login dan 87,2% belum login.” Ungkap Firda dalam mengakhiri paparannya.

Sebelum webinar berakhir, peserta diberi kesempatan untuk bertanya mengenai permasalahan seputar rapor pendidikan. Seorang peserta bertanya : “Ketika kita masuk PMM, apakah juga bisa mempengaruhi penilaian di rapor pendidikan?”

“Untuk akses ke LMS di PMM saat ini belum semua bisa diakses, salah satunya yang mempengaruhi adalah pelatihan mandiri yang merupakan usaha bapak ibu guru dan kepala sekolah untuk belajar secara mandiri terkait dengan implementasi kurikulum merdeka, yang materinya itu diberikan secara resmi dari kemendikbudristek dan bersumber dari narasumber yang jelas dan terpercaya.” jawab Firda.

Kegiatan webinar ini diikuti oleh 295 orang peserta yang bergabung melalui Zoom, dan 195 menyaksikan lewat kanal youtube BBPMP Provinsi Jawa Tengah melalui tautan https://youtu.be/1xarEDcS9kA. (Goes Ipul / Priyono)