Published On: 20 February 2024Categories: Berita, Headline

Solo – – Suasana yang penuh semangat para peserta Rakor Terpadu BBPMP Jateng du The Sunan Hotel Solo hari ini Selasa (20/2/2024), di mana ratusan peserta dari 35 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah berkumpul untuk berkolaborasi membahas masa depan pendidikan di Jawa Tengah. Rapat Koordinasi Terpadu yang digelar hari ini menjadi tonggak penting dalam menetapkan langkah strategis untuk memajukan sistem pendidikan daerah melalui pemanfaatan Rapor pendidikan daerah dalam mencapai SPM bidang pendidikan.

Dedi Gunawan, narasumber dari BBPMP Jateng, dengan penuh antusias memaparkan pentingnya memanfaatkan Rapor Pendidikan dalam menyusun program dan anggaran daerah untuk me capai SPM Pendidikan. Dalam paparannya yang menggugah semangat, beliau menyoroti bahwa Rapor Pendidikan kunci untuk mengidentifikasi masalah, merefleksikan pencapaian, dan merumuskan solusi perbaikan.

Menurut Dedi, perencanaan kegiatan dan alokasi anggaran harus didasarkan pada data-data yang terdapat dalam Rapor Pendidikan.

“Pendidikan yang berkualitas bukan hanya mimpi, tetapi sebuah keniscayaan yang dapat kita capai melalui perencanaan yang matang,” ujarnya dengan tegas.

Rosi Dwi Astuti, Koordinator SPM Setda Provinsi Jateng menyampaikan hasil penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di bidang pendidikan di Jawa Tengah menyampaikan pentingnya pemerintah daerah untuk memprioritaskan pelayanan dasar yang sesuai dengan SPM, sebagai bentuk hak setiap warga negara.

Rosi menjelaskan secara rinci tentang langkah-langkah praktis dalam menerapkan SPM, serta menekankan bahwa kerja sama antarlembaga dan pemerintah daerah merupakan kunci sukses dalam mencapai tujuan bersama.

Tak kalah menariknya adalah sesi tanya jawab yang menghadirkan pertanyaan-pertanyaan tajam dari peserta rapat. Diskusi yang digelar memperlihatkan kerjasama yang harmonis antara narasumber dan peserta dalam mengejar solusi terbaik bagi pendidikan di Jawa Tengah.

Moh. Jibril dari Bapeda Kab. Pemalang menanyakan kepada narasumber terkait jenis SPM yang memiliki bobot porsentase, dengan penilaian yang sudah dilayani dibagi dengan yang harus dilayani.Berdasarkan definisi operasional berpakah populasi jumlah yang harus dilayani sebagai pembagi dan definisi operasional lain yang dapat digunakan.

Rosi Astuti mengatakan bahwa Definisi operasional yang digunakan sama. Kuncinya adalah sesuai pasal 7 pada permendagri, yaitu Prioritaskan layanan bagi yang tidak mampu yang sudah dilayanai semua memiliki skor 100%, namun ada yang yang diprioritaskan untuk dilayani.

Collaborative Gocvernance menjadi semangat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa Tengah tidak pernah padam. Dengan komitmen dan kerjasama semua OPD di daerah, pemanfaatan Rapor Pendidikan bisa menjadi acuan dalam perencanaan di daerah.