Published On: 20 February 2024Categories: Berita, Headline

Rapat Koordinasi Terpadu: Mengoptimalkan Kolaborasi untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan di Jawa Tengah

Solo – – Pembukaan Rapat Koordinasi Terpadu Penjaminan Mutu Pendidikan (Rakor) yang diselenggarakan oleh Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Tengah di The Suan Hotel Solo pada tanggal 19-21 Pebruari 2024.

Rakor ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan, Bappeda, BKD, BPKAD, Bidqng SPM, Kemenag, 35 Kabupaten/Kota serta 1 Dinas Pendidikan Provinsi Jateng, juga dihadiri Kepala BPMP Kalbar, Kalimantan, Kalsel, DKI Jakarta, Banten. BBGP, BBPMPV Seni Budaya, Balai Bahasa, LL Dikti dan BAN Prov Jateng, Bapeda, BPKAD Kemenag, Dewan Pendidikan Prov Jateng.

Rakor Penjaminan Mutu Pendidikan sebagai forum penting untuk mengoptimalkan upaya meningkatkan mutu pendidikan di Jateng. Menyambut peserta Rakor, tarian Rancak Nusantara yang dibawakan oleh para siswi dari SMAN Surakarta memeriahkan suasana.

Kepala BBPMP Jateng, Nugraheni Triasturi, membuka resmi acara Rakor ini dengan menyampaikan salam sehat dan sejahtera kepada semua peserta. Mengungkapkan rasa terima kasih atas kehadiran semua peserta, menyadari bahwa banyak di antara mereka harus mengatur jadwal dan mengorbankan waktu untuk hadir dalam Rakor ini dan menekankan pentingnya kolaborasi dalam mewujudkan pendidikan bermutu di Jawa Tengah.

“Urgensi pemahaman tentang standar pelayanan minimal dalam pendidikan, sebagaimana diatur dalam Permendikbud Nomor 59 Tahun 2021, sebagai landasan bagi upaya peningkatan mutu pendidikan”. Ungkapnya.

Ia mengatakan bahwa ada empat tema utama, yaitu strategi untuk meningkatkan mutu pendidikan, penanganan PPDB, pengangkatan guru penggerak menjadi kepala sekolah, dan langkah-langkah dalam pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan pendidikan.

“Penjelasan ini diharapkan dapat memastikan pemahaman yang sama dan fokus yang jelas bagi semua peserta yang mewakili berbgaia OPD dari 35 Kabupaten/Kota dan Dinas Cabang PendidikanProvinsi Jawaw Tengah”. Ungkapnya lagi.

Pada Rakor ini kita akan bersama-sama membahas empat tema utama, termasuk strategi untuk meningkatkan mutu pendidikan.

“Penanganan PPDB, pengangkatan guru penggerak menjadi kepala sekolah, dan langkah-langkah dalam pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan pendidikan”. Tambahnya.

Nugraheni menyampaikan semangat kolaborasi yang terpancar dari Rakor ini menjadi harapan bersama bagi kemajuan pendidikan di Jawa Tengah.

“Rapat Koordinasi Terpadu Penjaminan Mutu Pendidikan menciptakan momentum penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, melalui kolaborasi dan komitmen bersama dapat menghasilkan perubahan yang signifikan dalam dunia pendidikan”. Harapnya.

Nugraheni juga memastikan bahwa semua peserta rapat memiliki pemahaman yang sama tentang tujuan dan urgensi dari rapat koordinasi terpadu.

“Ini menjadi landasan yang kuat untuk memastikan keberhasilan dan efektivitas dari setiap langkah yang akan diambil dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di Jawa Tengah”. Tegasnya.

Pada akhir sambutannya juga mengatakan bahwa Rakor ini sebagai forum diskusi, sebagai wadah untuk saling berbagi pengalaman, strategi, dan komitmen dalam menghadapi tantangan pendidikan.

“Melalui kolaborasi yang efektif dan pemahaman yang mendalam tentang standar pendidikan, diharapkan Rakor ini akan menghasilkan langkah-langkah konkret melalui penandatangan nota kesepahaman pihak terkait oleh OPD dan BBPMP untuk dapat meningkatkan mutu pendidikan di seluruh Kabupaten/Kota diJawa Tengah”. Pungkasnya

Tidak ketinggalan, pada Rakor ini juga dilaksanakan pemberian penghargaan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota yang telah menunjukkan komitmen dan kerja keras mereka dalam mencapai kesuksesan sehingga mencapai kategori Melembaga. Daerah penerima kategori Melembaga diterima oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Dinndik Kota Pekalongan, Kota Salatiga, Dindikbud Kabupaten Kendal, Dindikpora Kabupaten Temanggung