Published On: 8 July 2024Categories: Berita, Headline

Kabupaten Purbalingga meraih penghargaan Anugerah Merdeka Belajar Pemerintah Daerah Transformatif kategori Pengelolaan Program Indonesia Pintar (PIP) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Kabupaten Purbalingga dinilai sebagai salah satu pemerintah daerah yang telah berhasil menjalankan indikator tata kelola PIP secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi menerima penghargaan secara langsung dari Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek Suharti pada malam Puncak Festival Kurikulum Merdeka dan Anugerah Merdeka Belajar yang digelar di Plenary Hall Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (5/7). Turut hadir dalam acara Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim, para pimpinan eselon di Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan Bappenas.

Anugerah Merdeka Belajar (AMB) ini merupakan apresiasi bagi pemerintah daerah (Pemda) tingkat provinsi dan kabupaten/kota yang memiliki komitmen kuat terhadap upaya peningkatan mutu pendidikan, melalui penerapan Kebijakan Merdeka Belajar.

Dalam AMB Tahun 2024 ini ada 7 kategori yang diberikan kepada Pemda, yaitu, Tranformasi Belajar; Transformasi SDM Pendidikan; Transformasi Pengelolaan Pendidikan; Transformasi Anggaran Pendidikan; Program Indonesia Pintar; Transformasi Pendidikan Vokasi; dan Anugerah Utama.

Program Indonesia Pintar (PIP) yang kategori diraih Kabupaten Purbalingga merupakan program pemerintah yang diperuntukkan kepada anak usia sekolah dari kelompok miskin dan rentan miskin guna memberikan kesempatan mereka untuk dapat menempuh bangku pendidikan. Bantuan dari pemerintah berupa uang tunai, perluasan akses, dan kesempatan kepada peserta didik hingga tingkat menengah, baik melalui jalur pendidikan formal maupun nonformal.

Program ini dilakukan untuk mendukung pelaksanaan pendidikan minimal 12 tahun bagi seluruh anak Indonesia, mencegah kemungkinan putus sekolah dan diharapkan dapat menarik siswa putus sekolah agar kembali melanjutkan pendidikannya.

Menurut Direktur SD Muhammad Hasbi, selaku pengarah kegiatan Puncak Festival Kurikulum Merdeka dan Anugerah Merdeka Belajar, indikator penilaian penghargaan pada kategori Program Indonesia Pintar, memiliki 3 indikator penyebab yaitu Frekuensi Pemanfaatan Si Pintar; Persentase Kesesuaian Pengelolaan PIP; dan Persentase ketaatan pengumpulan Pelaporan.

“Tim penilai Anugerah Merdeka Belajar juga mempertimbangkan hal-hal lain seperti kesungguhan pemerintah daerah melanjutkan Kebijakan Merdeka Belajar dan sekaligus menggerakkannya hingga menjadi Gerakan Merdeka Belajar yang sistematif dan massif,” sebut Hasbi.

Kabupaten Purbalingga dalam kurun waktu tahun 2023 telah mencatatkan sebagai pemerintah yang ikut terlibat aktif dan melakukan aksi nyata dalam bidang pendidikan, khususnya pengelolaan PIP mulai dari pemanfaatan aplikasi SiPintar, Pengelolaan PIP, hingga pelaporan PIP secara berimbang dan konsisten. Sehingga hal ini dapat mendorong peningkatan capaian SPM untuk Angka Partisipasi Sekolah (APS) di daerah Kabupaten Purbalingga dibandingkan pada tahun 2022.

Salah satu praktik baik yang dilakukan Kabupaten Purbalingga adalah pemanfaatan aplikasi Sistem Informasi Program Indonesia Pintar (SiPintar). Layanan aplikasi ini merupakan wadah yang memuat berbagai hal terkait penetapan dan penyaluran program PIP yang bisa diakses melalui ponsel maupun komputer.

Tingginya tingkat pemanfaatan SiPintar menjadi salah satu bukti dari proses sosialisasi dan implementasi bantuan pemerintah yang merata dan tersalurkan dengan baik hingga sasaran. Aspek tersebut berkesinambungan dengan catatan positif lain dari Kabupaten Purbalingga yakni skor Pengelolaan PIP yang tergolong tinggi di Indonesia.

Kepala Bidang Pembinaan SD, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga, Suseno, mewakili kepala dinas pada acara penganugerahan AMB mengatakan, pemanfaatan SiPintar merupakan upaya nyata dalam mengintegrasikan teknologi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan publik dalam rangka transformasi digital dalam tata kelola pendidikan.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga telah berupaya bekerja sama dengan satuan pendidikan agar penerima PIP dapat tepat sasaran. Ketekunan operator PIP di satuan pendidikan dan dinas pendidikan dalam memanfaatkan aplikasi SiPintar, serta komunikasi dengan orang tua dan siswa penerima PIP, menjadi faktor utama program ini dapat berjalan optimal.

“Ditahun 2023, kami mengelola sebanyak 43.840 jumlah penerima PIP dimana penyaluran dana tersebut langsung ke rekening siswa penerima. Usulan siswa penerima juga langsung dilakukan oleh satuan pendidikan melalui aplikasi Dapodik. Siswa yang memenuhi syarat sebagai penerima ditandai layak menerima PIP,” kata Suseno.

Lebih lanjut dikatakan Suseno, pelaporan PIP juga disusun dengan baik menjadi dokumen yang dibuat sebagai bahan evaluasi dan tolak ukur untuk mengetahui pelaksanaan penyaluran dan penerimaan manfaat PIP. “Siswa yang telah melakukan pencairan PIP dan telah menggunakannya, wajib mengumpulkan bukti-bukti pembelanjaan, fotokopi buku tabungan, serta laporan penerimaan dan pemanfaatan dana PIP,” imbuh Suseno.

Persentase kesesuaian pengelolaan PIP mencerminkan bahwa tata kelola yang tepat dan efektif telah dilaksanakan, sementara persentase ketaatan pengumpulan pelaporan PIP memperlihatkan bahwa terdapat kepatuhan administrasi dan transparansi dalam program ini.

Berbagai indikator penilaian dijalankan dengan baik oleh Kabupaten Purbalingga menunjukkan dedikasi dan keseriusan dalam mendukung pendidikan bagi setiap anak. “Ini adalah hasil dari kerja keras pemerintah daerah, para pendidik, dan masyarakat dalam memastikan bahwa tidak ada anak yang tertinggal dalam mendapatkan hak pendidikan,” sebut Suseno.

Sementara itu, Direktur Jenderal PAUD Dikdasmen, Iwan Syahril, mengungkapkan bahwa kegiatan penghargaan AMB tahun 2024 ini bertujuan untuk memberikan apresiasi dan memperkuat dukungan para pemangku kepentingan dalam peningkatan kualitas layanan pendidikan secara berkelanjutan. Kegiatan ini juga kata Iwan, diselenggarakan untuk meningkatkan semangat gotong royong dalam peningkatan kualitas layanan pendidikan secara berkelanjutan mulai dari Kurikulum Merdeka dan program-program prioritas lainnya yang telah terbukti memberikan manfaat nyata bagi seluruh pemangku kepentingan.

Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Tengah Nugraheni Triastuti pada kesempatan yang sama turut menyampaikan selamat kepada Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, serta kepala daerah penerima penghargaan Anugerah Merdeka Belajar lainnya. Enam pemda ini kata Heni menunjukkan di Jawa Tengah sukses melakukan transformasi pengelolaan pendidikan.

Lebih lanjut dikatakan Heni, penghargaan ini menunjukkan dalam pelaksanaan transformasi merdeka belajar melalui program dan kebijakan pendidikan tidak hanya ditanggung oleh Dinas Pendidikan melainkan juga kolaborasi antar pelaksana pendidikan menjadi suatu keniscayaan demi kemajuan pendidikan Indonesia.

“Dengan semangat gotong royong yang sudah terbangun di Jawa Tengah, maka ekosistem pendidikan akan dapat terus terjaga semangat untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan secara berkelanjutan, menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, guna mewujudkan generasi penerus berkarakter Pancasila,” tandas Heni.

Selain Kabupaten Purbalingga, lima pemerintah daerah lain di Jawa Tengah juga turut mendapatkan penghargaan AMB Tahun 2024 ini. Enam Pemerintah Daerah Transformatif tersebut yakni Provinsi Jawa Tengah, Kota Magelang, Kota Surakarta untuk kategori Transformasi Pengelolaan Pendidikan. Serta Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Sragen mendapatkan penghargaan Pemerintah Daerah Transformatif kategori Transformasi SDM Pendidikan.

(LUB)