Published On: 10 February 2023Categories: Artikel Pendidikan

BBPMP Provinsi Jateng, Semarang – Profil Pendidikan adalah laporan komprehensif mengenai layanan pendidikan sebagai hasil dari evaluasi sistem pendidikan yang digunakan sebagai landasan untuk peningkatan mutu layanan pendidikan dan penetapan Rapor Pendidikan. Sumber data utama yang digunakan pada profil pendidikan salah satunya berasal hasil asesmen nasional dan survei lingkungan belajar. Berdasarkan Rapor Pendidikan tahun 2021, berikut profil pendidikan Kabupaten Boyolali jenjang SD dan SMP.

 

Kemampuan Literasi

Indeks kemampuan literasi pada jenjang SD berada pada predikat “di bawah kompetensi minimum” dengan skor 1,8 (skala 1-3), dengan proporsi jumlah siswa dalam kemampuan literasi mahir 5,03%; cakap 55,58%; dasar 28,22% dan perlu intervensi khusus 11,16%. Dilihat dari rata-rata nilai kompetensi literasi siswa, nilai rata-rata kompetensi membaca teks informasi 50,59%; kompetensi membaca teks sastra 51,69%; kompetensi mengakses dan menemukan isi teks (L1) 56,98%; kompetensi menginterprestasi dan memahami isi teks (L2) 48,21%; dan kompetensi mengevaluasi dan merefleksikan isi teks (L3) 48,48%.

Indeks kemampuan literasi jenjang SMP berapa pada predikat “mencapai kompetensi minimum” dengan skor 1,87 (skala 1-3), dengan proporsi jumlah siswa dalam kemampuan literasi mahir 10,67%; cakap 51,43%; dasar 28,62% dan perlu intervensi khusus 9,28%. Dilihat dari rata-rata nilai kompetensi literasi siswa, nilai rata-rata kompetensi membaca teks informasi 60,78%; kompetensi membaca teks sastra 64,19%; kompetensi mengakses dan menemukan isi teks (L1) 64,41%; kompetensi menginterprestasi dan memahami isi teks (L2) 57,91%; dan kompetensi mengevaluasi dan merefleksikan isi teks (L3) 56,12%.

 

Kemampuan Numerasi

Indeks kemampuan numerasi pada jenjang SD berada pada predikat “di bawah kompetensi minimum” dengan skor 1,62 (skala 1-3), dengan proporsi jumlah siswa dalam kemampuan numerasi mahir 2%; cakap 31,83%; dasar 51,82% dan perlu intervensi khusus 14,35%. Dilihat dari rata-rata nilai kompetensi numerasi siswa, nilai rata-rata kompetensi pada domain bilangan 32,02%; kompetensi pada domain aljabar 31,31%; kompetensi pada domain geometri 32,32%; kompetensi pada domain data dan ketidakpastian 38,82%; kompetensi mengetahui (L1) 39,63%; kompetensi menerapkan (L2) 32,35%; dan kompetensi menalar (L3) 29,38%.

Indeks kemampuan numerasi jenjang SMP berapa pada predikat “di bawah kompetensi minimum” dengan skor 1,75 (skala 1-3), dengan proporsi jumlah siswa dalam kemampuan numerasi mahir 6,08%; cakap 37,42%; dasar 50,94% dan perlu intervensi khusus 5,55%. Dilihat dari rata-rata nilai kompetensi numerasi siswa, nilai rata-rata kompetensi pada domain bilangan 56,09%; kompetensi pada domain aljabar 55,32%; kompetensi pada domain geometri 55,5%; kompetensi pada domain data dan ketidakpastian 53,55%; kompetensi mengetahui (L1) 56,36%; kompetensi menerapkan (L2) 52,38%; dan kompetensi menalar (L3) 56,28%.

 

Indeks Karakter

Indeks perkembangan karakter pada jenjang SD berada pada predikat “berkembang” dengan skor 2,13 (skala 1-3), dengan nilai pada indikator beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia 2,14 (berkembang); indikator gotong royong 2,13 (berkembang); indikator kreativitas 2,37 (membudaya); indikator nalar kritis 2,18 (berkembang); indikator kebhinekaan global 2 (berkembang); dan indikator kemandirian 1,96 (berkembang).

Indeks perkembangan karakter pada jenjang SMP berada pada predikat “berkembang” dengan skor 2,23 (skala 1-3), dengan nilai pada indikator beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia 2,23 (berkembang); indikator gotong royong 2,24 (berkembang); indikator kreativitas 2,3 (membudaya); indikator nalar kritis 2,19 (berkembang); indikator kebhinekaan global 2,17 (berkembang); dan indikator kemandirian 2,22 (berkembang).

 

Indeks Keamanan

Indeks iklim keamanan sekolah pada jenjang SD berada pada predikat “aman” dengan skor 2,26 (skala 1-3), dengan nilai pada indikator kesejahteraaan psikologi murid 1,91 (berkembang); indikator kesejahteraan psikologi guru 2,25 (berkembang); indikator perundungan 2,66 (aman); indikator hukuman fisik 2,3 (aman); indikator kekerasan seksual 1,94 (waspada); dan indikator narkoba 2,36 (aman).

Indeks iklim keamanan sekolah pada jenjang SMP berada pada predikat “aman” dengan skor 2,39 (skala 1-3), dengan nilai pada indikator kesejahteraaan psikologi murid 2,01 (berkembang); indikator kesejahteraan psikologi guru 2,03 (berkembang); indikator perundungan 2,71 (aman); indikator hukuman fisik 2,48 (aman); indikator kekerasan seksual 2,15 (waspada); dan indikator narkoba 2,71 (aman).

 

Indeks Kebhinekaan

Indeks iklim kebhinekaan sekolah pada jenjang SD berada pada predikat “merintis” dengan skor 2,19 (skala 1-3), dengan nilai pada indikator toleransi agama dan budaya 2,06 (merintis); indikator sikap inklusif 1,92 (merintis); indikator dukungan atas kesetaraan agama dan budaya 1,91 (merintis); dan indikator komitmen kebangsaan 2,87 (membudaya).

Indeks iklim kebhinekaan sekolah pada jenjang SMP berada pada predikat “membudaya” dengan skor 2,29 (skala 1-3), dengan nilai pada indikator toleransi agama dan budaya 2,03 (merintis); indikator sikap inklusif 2,33 (membudaya); indikator dukungan atas kesetaraan agama dan budaya 1,91 (merintis); dan indikator komitmen kebangsaan 2,87 (membudaya).

Itulah profil pendidikan Kabupaten Boyolali yang disajikan dalam lima indikator prioritas mulai dari kemampuan literasi, numerasi, indeks karakter, iklim keamanan, dan iklim kebhinekaan. Profil pendidikan dapat dijadikan alat bantu bagi dinas pendidikan untuk memperbaiki kualitas layanan pendidikan dengan Perencanaan Berbasis Data. (Imron)