Published On: 29 February 2024Categories: Berita, Headline

Batang – Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Tengah dan PT Bhimasena Power Indonesia (BPI), perusahaan pembangkit listrik tenaga uap terbesar di Indonesia di Kabupaten Batang, terus mempererat kerjasama dalam peningkatan mutu pendidikan. Kerjasama sudah dirintis mulai tahun 2022 oleh kedua belah pihak.

PT BPI mengadakan Sosialisasi Kurikulum/Model Pelatihan Peningkatan Kapasitas Bagi Guru Mitra PT BPI. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari BBPMP Jateng, PT BPI, Dinas Pendidikan, Kemenag, Bapeda, BKD Kabupaten Batang, dan Divisi CSR PT BPI.

Dalam sambutannya, Fuji San, Direktur Operasional PT Bhimasena Power Indonesia, menegaskan komitmen perusahaan untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Batang. Dia menguraikan berbagai program yang telah dilaksanakan, baik formal maupun non formal, seperti program sekolah adiwiyata dan kegiatan literasi.

“Kami ucapkan terima kasih kepada BBPMP provinsi Jawa Tengah Pemerintah Kabupaten Batang dan organisasi terkait yang telah menunjukkan keberagaman harapan kami dari tugas antara swasta dalam pemerintah ini dapat berlanjut dan memberikan dampak bagi masyarakat Kabupaten Batang”. Ungkap Fuji San.

Nugraheni Triastuti, Kepala BBPMP Jateng, membahas hasil Rakor dengan tema Collaborative Governance dalam pidatonya. Dia menyampaikan pentingnya kerjasama antara berbagai pihak, termasuk PT BPI, dalam meningkatkan mutu pendidikan.

“Kolaborasi antara BBPMP Jateng dan PTI BPI serta didukung oleh OPD terkait di Kabupaten Batang menunjukkan kerjasama erat telah terjalin dengan baik sehingga bisa menjadi kekuatan bersama melaksanakan KMB (Kebijakan Merdeka Belajar) Kemendikbudristek di Kabupaten Batang”. Tegasnya.

Nugraheni mengatakan, BBPMP Jateng mewakili Kemendikbudristek, OPD daerah sebagai pelaksana kebijakan, mengimplementasikan dengan menggandeng unsur-unsur di luar pemerintahan yaitu “Mitra pembangunan. Akademisi, Komunitas ada 28 sekolah menjadi binaan BPI. Media massa bertugas menyampaikan kepada khalayak”. Ungkapnya.

BBPMP Jateng membuat cluster untuk menjangkau seluruh pendidikan di Jawa Tengah, tambah, Nugraheni. Cluster sekolah inti dan sekolah imbas, cluster BPI bisa menjadi cluster yang digarap BPI ini.

“Sekolah inti dan sekolah imbas ini yang akan melaksanakan kebijakan merdeka belajar secara utuh melalui fasilitasi BBPMP Jateng, selanjutnya sekolah inti ini mengimbaskan kepada Kombel masing-masing”. Tambahnya.

Nugraheni juga menyampaikan bahwa untuk mengukur keberhasilan menggunakan rapor pendidikan sekolah, terdiri capaian literasi, numerasi, karakter, iklim keamanan, kebhinekaan dan inklusivitas sekolah. Semuanya dapat diukur saat pelaksanaan Asesmen Sekolah.

“Untuk mencapai di atas kita mengenalkan istilah pentahelix yang sangat penting dalam kolaborasi ini di Kabupaten Batang. Mudah-mudahan upaya bersama ini bisa berjalan dengan lancar dan bisa menjadi rol model untuk Kabupaten Batang dan Provinsi Jawa Tengah,” Harapnya.

Nani Rosdijati, Wali wilayah BBPMP Jateng untuk Kabupaten Batang, menyambut baik kerjasama ini dan berharap dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Jawa Tengah.

“Kerjasama ini sangat penting untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Batang,” kata Nani.

Kegiatan Sosialisasi Kurikulum/Modul Pelatihan Peningkatan Kapasitas Bagi Guru Mitra BPI bertujuan untuk menyamakan persepsi dan pemahaman tentang kurikulum dan model pelatihan yang akan diterapkan dalam program kerjasama antara BBPMP Jateng dan PT BPI.