Published On: 28 November 2023Categories: Berita, Berita Daerah, Headline

Foto: Kepala BBPMP Jateng, Nugraheni Triastuti, SE,.M.Si saat memberikan Materi ATS dalam Gebyar Pendidikan Non Formal Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas Selasa (27/11/2023).

Banyumas, – – Dalam rangka meningkatkan layanan mutu pendidikan kesetaraan yang berkualitas, Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas menggelar acara *Gebyar Pendidikan Non Formal* di halaman kantor Dinas Pendidikan pada tanggal 27 November 2023. Acara ini dibuka langsung oleh Penjabat Bupati Banyumas, Hanung Cahyo Saputro, S.ST, M.Si.

Dalam acara gebyar tersebut, Kepala BBPMP Jateng, Nugraheni Triastuti, memberikan materi tentang Anak Tidak Sekolah (ATS). Materi ini bertujuan untuk menarik minat Anak Tidak Sekolah agar kembali bersekolah melalui pendidikan non formal yang fleksibel dan mengakomodasi beragam kondisi dan kebutuhan.

Gebyar Pendidikan Non Formal merupakan ajang kreativitas bagi pendidik dan peserta didik pada jalur pendidikan non formal. Berbagai pertunjukan gerak, tari, olahraga, dan hasil karya ditampilkan untuk menunjukkan kualitas pendidikan non formal yang setara dengan pendidikan formal. Diharapkan dengan adanya acara ini, upaya penanganan ATS di Kabupaten Banyumas dapat memberikan dampak positif.

Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas patut mendapat apresiasi atas penyelenggaraan Gebyar Pendidikan Non Formal ini. Semoga upaya yang dilakukan dapat terus memperbaiki kondisi pendidikan dan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi ATS untuk mengakses pendidikan berkualitas.

Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah, Nugraheni Triastuti, terkait acara Gebyar Pendidikan Non Formal yang diadakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas pada tanggal 27 November 2023, saat memberikan materi mengatakan.

Pendidikan adalah hak semua orang, dan pendidikan non formal merupakan salah satu jalur yang dapat diakses oleh masyarakat untuk memperoleh pendidikan berkualitas. “Kami sangat mengapresiasi inisiatif Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas dalam menyelenggarakan acara Gebyar Pendidikan Non Formal ini, karena hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi semua lapisan masyarakat.” Ungkap.

Kami juga sangat senang dapat menjadi bagian dari acara ini dan memberikan materi tentang Anak Tidak Sekolah (ATS). Sebagaimana kita ketahui, ATS merupakan kelompok yang rentan dan membutuhkan perhatian khusus dalam hal pendidikan. “Kita semua  dapat memberikan motivasi bagi Anak Tidak Sekolaj untuk kembali bersekolah dan memperoleh pendidikan yang setara dengan pendidikan formal.” Ungkapnya lagi.

Selain itu, juga ingin menekankan bahwa pendidikan non formal bukanlah jalur yang lebih rendah dari pendidikan formal. Keduanya sama-sama penting dan memiliki peran yang sama dalam memberikan akses pendidikan bagi masyarakat. “Oleh karena itu,  berharap pemerintah dan masyarakat dapat terus mendukung pengembangan pendidikan non formal di Indonesia.” Tegasnya.

Diharapkan dengan adanya acara Gebyar Pendidikan Non Formal, masyarakat dapat semakin sadar akan pentingnya pendidikan dan memperoleh motivasi untuk mengakses pendidikan berkualitas. Semoga upaya ini dapat terus dilakukan dan memperbaiki kondisi pendidikan di Indonesia. Gebyar Pendidikan Non Formal ini. Semoga upaya ini dapat memberikan dampak positif bagi penanganan ATS dan meningkatkan kualitas pendidikan kesetaraan di Kabupaten Banyumas.