Published On: 1 March 2024Categories: Berita, Headline

Semarang – Gerakan Transisi PAUD ke SD yang menyenangkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk mewujudkan adanya proses perpindahan yang menyenangkan bagi peserta didik PAUD menjadi peserta didik SD kelas awal yang bertahap dan berkelanjutan dengan dukungan dari berbagai pihak di Kabupaten/Kota Di Jateng.

BBPMP Provinsi Jawa Tengah melaksanakan kegiatan Advokasi dan Pendampingan Produk Pembelajaran Transisi PAUD-SD kepada 105 peserta dari  35 Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Tengah yang dilaksanakan selama 2 hari, tanggal 29 Pebruari dan 1 Mareet 2024 bertempat di Aula Soekarno dan Wisma Kartini.

Direktur PAUD PAUDDIKDASMEN ,Kemendibudristek, Komalasari, saat memberikan penguatan kepada peserta mengatakan terjadinya miskonsepsi dalam proses transisi anak dari PAUD ke SD dan ini mendapat perhatian serius. Mengutip Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2021, proses transisi ini dianggap krusial untuk pemenuhan hak setiap anak akan pendidikan yang berkualitas.

“Kami menyadari pentingnya transisi anak dari PAUD ke SD kelas awal sebagai bentuk pemenuhan hak setiap anak. Dukungan dari dinas pendidikan kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah terhadap Gerakan Transisi PAUD ke SD yang menyenangkan merupakan  serta hasil belajar peserta didik di SD,” ujar Komalasari.

Komalasari menambahkan terkait miskonsepsi yang terjadi di masyarakat bahwa kemampuan yang dibangun pada anak di PAUD sangat berfokus pada calistung, Kemampuan calistung dianggap sebagai satu-satunya bukti keberhasilan belajar dan dibangun secara instan. Tes calistung masih diterapkan sebagai syarat masuk SD.

“Tiga Target Perubahan adalah menghilangkan tes calistung dari proses penerimaan peserta didik baru di SD, Menerapkan masa perkenalan bagi peserta didik baru selama dua minggu pertama (di PAUD dan SD). Menerapkan pembelajaran yang membangun enam kemampuan fondasi anak (di PAUD dan SD)”. Tegasnya.

Ketua Tim Kerja 01, Alif Noor Hidayati menjelaskan, Dalam rangka mendukung gerakan ini, dilakukan kegiatan Advokasi dan Pendampingan Produk Pembelajaran Transisi PAUD-SD kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah. 

“Pentingnya para peserta dapat mengimplementasikan dengan membangun kemampuan anak di PAUD bukan hanya pada aspek calistung semata. Dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat bahwa kemampuan calistung bukan sebagai satu-satunya bukti keberhasilan belajar, yang dibangun secara instan. Memberikan pemahaman kepada satuan pendidikan SD bahwa Tes calistung dihilangkan sebagai syarat masuk SD,” katanya.

Anik S, PIC Kegiatan Advokasi dan Pendampingan Produk Pembelajaran Transisi PAUD-SD kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah dilaksanakan di BBPMP Provinsi Jawa Tengah ini dihadiri oleh 105 peserta, termasuk unsur Kepala Bidang PAUD, Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dan Ketua Forum Komunikasi PAUD-SD.

“Tujuan kegiatan Advokasi dan Pendampingan Produk Pembelajaran Transisi PAUD-SD kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah adalah peserta mampu memahami dan menguasai materi Advokasi dan Pendampingan”. Tegasnya.

Dengan semakin kuatnya dukungan dari pihak terkait, diharapkan gerakan ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan dampak positif bagi masa depan pendidikan anak-anak di Jawa Tengah.

“Kami berharap dengan kegiatan ini, dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada Dinas Pendidikan dan Komunitas PAUD dalam menerapkan perubahan-perubahan tersebut di satuan pendidikan,” kata Anik S, PIC kegiatan.