Published On: 28 June 2024Categories: Berita, Headline

Surakarta – Kota Surakarta berhasil meraih nilai tertinggi pada indikator literasi, karakter dan kualitas pembelajaran dalam evaluasi Program Sekolah Penggerak (PSP) Angkatan I di Jawa Tengah.

Hal ini mengemuka pada Rapat Koordinasi Project Management Office (PMO) Bulan Juni Kota Surakarta yang digelar di Ruang Rapat Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Kamis (13/6). Rapat dihadiri oleh jajaran Kepala Bidang, Kepala Seksi dan Staf dinas pendidikan setempat, perwakilan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Tengah, serta perwakilan Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Jawa Tengah.

Pada kesempatan tersebut Widyaprada Ahli Madya BBPMP Jawa Tengah, Farida Widyawati menguraikan, PSP Angkatan 1 telah dilaksanakan oleh sebanyak 256 sekolah di 10 wilayah di Jawa Tengah. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Sragen, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Kendal, Kabupaten Demak, Kabupaten Klaten, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Semarang, Kota Pekalongan, Kota Tegal, dan Kota Surakarta.

“Setelah berhasil melaksanakan PSP Angkatan 1, saat ini Sekolah Penggerak didorong untuk melakukan pengimbasan. Ini menjadi salah satu upaya untuk keberlanjutan PSP, sehingga diperlukan skema pengimbasan yang sistematis dan berkesinambungan agar proses pengimbasan dapat berjalan efektif dan efisien,” katanya.

Farida memaparkan, Program Pengimbasan adalah pembinaan dan pengembangan transformasi kepada satuan pendidikan lain untuk melakukan peningkatan mutu dalam hal pengembangan sumber daya manusia, pembelajaran kurikulum merdeka, digitalisasi sekolah, dan perencanaan berbasis data yang dilaksanakan dalam bentuk kegiatan seperti pelatihan, penguatan komunitas   belajar, dan pendampingan. Tujuan program ini adalah untuk mendorong peningkatan mutu pembelajaran yang berkualitas bagi seluruh satuan pendidikan, menciptakan ekosistem belajar bagi satuan pendidikan serta memperluas dampak dari PSP khususnya sebagai katalis untuk mempercepat terjadinya transformasi di satuan pendidikan lainnya.

“Satu sekolah akan melaksanakan pengimbasan untuk tiga sekolah lainnya. Ada sejumlah kriteria sekolah yang dapat melaksanakan Program Pengimbasan, merujuk pada Rapor Pendidikan,” tuturnya.

Sementara itu, Widyaprada Ahli Madya BBGP Jawa Tengah, Waryono menambahkan, pelaksanaan PSP di Kota Surakarta terbilang berhasil. Dari sejumlah indikator dalam evaluasi, Kota Surakarta meraih skor tertinggi di antara 10 Kabupaten/Kota sasaran PSP Angkatan 1. Tingkat literasi memiliki nilai 94,52; karakter (90,45); serta kualitas pembelajaran (90,10).

“Di indikator numerasi, Kota Surakarta nilainya 88,22. Berada sedikit di bawah Kota Tegal yang nilainya 88,40,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, indikator literasi mencakup persentase siswa yang mencapai standar literasi tertentu. Indikator numerasi mencakup persentase siswa yang mencapai standar numerasi tertentu. Adapun indikator karakter dapat mencakup upaya sekolah dalam membentuk karakter positif. Sementara indikator kualitas pembelajaran mencakup praktik pengajaran inovatif dan lingkungan belajar yang efektif.

Rapor Pendidikan 2023 menunjukkan bahwa kualitas pembelajaran di Indonesia masih memerlukan perhatian dan peningkatan di banyak daerah. Jawa Tengah, khususnya, menunjukkan hasil yang baik dengan rata-rata kualitas pembelajaran yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Pendekatan holistik yang melibatkan sekolah, keluarga, dan komunitas sangat penting untuk memastikan peningkatan yang berkelanjutan dalam kualitas pembelajaran di seluruh Indonesia. (Astuti Paramita S.)

Hasil Evaluasi PSP Angkatan 1 Jawa Tengah

Kabupaten/Kota Literasi Numerasi Karakter Kualitas Pembelajaran
Kab. Demak 81.30 75.96 84.95 84.95
Kab. Grobogan 81.03 77.61 83.80 84.10
Kab. Kendal 81.51 74.52 85.55 85.70
Kab. Klaten 87.70 80.75 86.10 86.50
Kab. Semarang 88.78 79.98 87.50 87.80
Kab. Sragen 86.45 80.98 86.85 87.00
Kab. Temanggung 91.00 87.52 88.65 88.90
Kota Pekalongan 79.00 81.29 82.65 83.65
Kota Surakarta 94.52 88.22 90.45 90.10
Kota Tegal 92.87 88.40 89.75 89.60

                Sumber: BBGP Jawa Tengah (2024)