Published On: 12 February 2024Categories: Berita, Headline

Foto: Kepala BBPMP Jateng, Nugraheni Triastuti, SE,.M.Si saat memberikan materi Collaborative Governance dalam Mendukung Kebijakan Merdeka Belajar di Daerah kepada Waliwilayah.

Semarang – – Langkah strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan di Provinsi Jawa Tengah membutuhkan collaborative governance. Untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut dibutuhkan peran Waliwilayah yang memahami segala aspek pendukunganya dalam menyatukan persepsi itu.

Waliwilayah menerima penguatan secara me dalam dan terperinci materi collaborative governance dari Kepala BBPMP Jawa Tengah, Nugraheni Triastuti, pada Apel Pagi Segar yang dilaksanakan hari Senin (12/2/2024) di Aula Hata.

Nugraheni berpesan kepada para Waliwilayah akan pentingnya collaborative governance dalam pelaksanaan Kebijakan Merdeka Belajar di daerah, sehingga pada Rakor yang akan dilaksanakan di Solo dan mengundang narasumber dari pusat dengan peserta dari berbagai Kepala OPD di daerah yaitu: Dinas Pendidikan, Bappeda, BPKAD,  Bidang Pemerintahan, Kemenag, 13 Cabang Dinas Pendidikan dan undangan lainnya.

“Kita juga mengundang komunitas belajar para Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPMP di kelompok 2 yang terdiri dari BPMP DKI Jakarta, Banten, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur, Kombel UPT ini akan melihat langsung implementasi collaborative governance terkait dengan penjaminan mutu pendidikan di daerah”. Ungkapnya.

Nugraheni juga mengatakan tentang konteks komunitas belajar, para pegawai BBPMP Jawa Tengah dituntut untuk memahami dan menguasai informasi terkait tema collaborative governance dalam mewujudkan pendidikan bermutu di provinsi Jateng agar bisa memberikan pendampingan diskusi dengan daerah saat Rakor tersebut.

“Langkah ini diambil sebagai persiapan sebelum informasi disampaikan kepada para stakeholder lainnya yang akan diundang di acara Rakor di The Sunan Solo”. Ungkapnya lagi.

Terkait collaborative governance dalam mewujudkan pendidikan bermutu di Jawa Tengah, Nugraheni,menekankan tiga kata kunci penting: kolaboratif, pendidikan, dan Jawa Tengah.

“Dalam masalah ini, penting bagi seluruh pihak terlibat untuk memiliki pemahaman yang jelas tentang indikator pendidikan bermutu dan langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapainya melalui 15 indikator SPM”. Tambahnya.

Nugraheni juga mengatakan pentingnya sinergi dari berbagai pihak, seperti Kemendikbudristek, BBPMP, BBGP, BBPVMPP Seni Budaya, berbagai OPD di tingkat daerah, Mitra Pembangunan  sebagai aktor Pelaksana KMB.

“Kolaborasi antar aktor ini akan memastikan bahwa tujuan pendidikan dengan sasaran 53.199 unit di 35 kabupaten/kota dan melibatkan  aktor tersebut dapat tercapai dengan efektif”. Tambahnyalagi.

Ia berharap bahwa melalui collaborative overnance yang kokoh ini, pendidikan di Provinsi Jawa Tengah akan semakin meningkat kualitasnya dan memberikan dampak yang positif bagi caoqiqn SPM pendidikan.

Langkah-langkah konkret yang diambil menunjukkan komitmen kuat untuk meraih visi pendidikan yang lebih baik melalui pendampingan yang efektif sampai satuan pendidikan didikan pada sekolah inti dan sekolah imbas.