Published On: 14 May 2024Categories: Berita

Semarang – – BBPMP Jawa Tengah menggelar acara Coaching Clinic Sekolah Inti Transformatif Angkatan 1 yang bertujuan untuk meningkatkan pemerataan mutu pendidikan di seluruh wilayah Jawa Tengah. Acara yang berlangsung di Aula Soekarno BBPMP Jateng pada hari Selasa ini dibuka dengan sambutan dari Ketua Tim Kerja 1, Alif Noor Hidayati.

Dalam sambutannya, Alif Noor Hidayati menekankan bahwa program strategis ini mencakup beberapa episode Merdeka Belajar, di antaranya: Asesmen Nasional (MB 1); Sekolah Aman Berbelanja dengan SIPlah (MB 12); Rapor Pendidikan (MB 19); Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar (MB 15); Buku Bacaan Bermutu untuk Literasi Indonesia (MB 23); Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan (MB 24); dan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Pendidikan (MB 25). Pada kegiatan CC juga disosialisasikan tentang pendidikan berjenjang pendidikan inklusif TK dan Dasar.

Harapannya, 52.507 satuan pendidikan di Jawa Tengah mengalami transformasi sesuai dengan tujuan kebijakan Merdeka Belajar, yaitu mendorong sekolah untuk berpihak pada tumbuh kembang anak, membangun budaya refleksi berbasis data dari rapor pendidikan, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, menyenangkan, dan inklusif.

Namun demikian, Alif Noor Hidayati mengakui bahwa pencapaian mutu pendidikan belum merata, terbukti masih banyak satuan pendidikan yang berada di level 1 dan level 2. Ketimpangan ini dapat berimplikasi pada kualitas pendidikan yang tidak merata, ditambah dengan kendala terbatasnya sumber daya dan infrastruktur, terutama di daerah terpencil yang masih menghadapi kendala dalam akses terhadap perangkat teknologi dan buku pelajaran yang memadai.

Alif menjelaskan, Sekolah Inti Transformatif akan mengimplementasikan transformasi pembelajaran secara utuh dan berkelanjutan (whole school development).

“Kriteria sekolah ini meliputi peningkatan nilai rapor pendidikan setidaknya pada tiga indikator prioritas, akreditasi A, komitmen untuk mengimplementasikan dan mengimbaskan, serta memiliki sumber daya manusia dan sarana prasarana yang memadai”. Tegasnya.

Kepala BBPMP Jateng, Dr. Nugraheni Triastuti, SE, M.Si, dihubungi secara terpisah, menyampaikan bahwa transformasi pembelajaran di sekolah inti akan berdampak pada peningkatan kompetensi literasi, numerasi, dan karakter peserta didik, yang pada akhirnya mewujudkan profil Pelajar Pancasila.

Beliau juga mengapresiasi Program Brayan Sinau IKM (Implementasi Kurikulum Merdeka) yang nantinya bisa menjadi daya dukung Sekolah Inti Transformatif di daerah seperti yang ada di di Kota Pekalongan dan telah berhasil melqksanakan Kebijakan Merdeka Belajar (KMB) dengqan meningkatkan kualitas rapor pendidikan melalui kolaborasi antara Dinas Pendidikan, Kominfo, dan lembaga pendidikan masyarakat.

“Program Brayan Sinau IKM di Kota Pekalongan adalah bentuk kolaborasi berbagai pihak dapat memperkaya pelaksanaan Kurikulum Merdeka. Dapat mengembangkan pelaksanaan KMB di daerah sehingga bisa memperkuat Sekolah Inti Transformatif ” ujar Dr. Nugraheni.

Selain itu, Sri Wijayanti, PIC kegiatan Coaching Clinic, menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan implementasi tentang whole school development pada transformasi pembelajaran.

“Diikuti oleh 226 peserta dari berbagai jenjang pendidikan, acara ini diharapkan dapat merancang strategi implementasi di sekolah inti dan pengimbasan di sekolah imbas”. Ungkapnya.

Coaching Clinic ini memberikan peluqnh yang sama kepad asemua sekolah berpeluang untuk berkembang dan memajukan kualitas pendidikannya, sehingga dapat menyelesaikan tantangan ketimpangan mutu pendidikan melalui ssekolh Inti Transformatif BBPMP Jawa Tengah.