Published On: 27 February 2024Categories: Berita, Headline

Semarang – – Waliwilayah BBPMP (Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan) Jawa Tengah, mengikuti kegiatan Capacity Building yang diselenggarakan oleh Mitra Pembangunan Pijar Juara Indonesia (PJI) pada hari Senin (26/2/20240. Kegiatan ini merupakan implementasi dari kerjasama antara Mitra Pembangunan dan BBPMP Jateng dalam meningkatkan literasi bertempat di Aula Hata dan dibuka langsung oleh kepala BBPMP Jateng.

Dalam sambutannya, kepala BBPMP Jateng, Nugraheni Triastuti  menyambut baik adanya kesempatan untuk meningkatkan kapasitas melalui kegiatan Capacity Building bersama PJI.

“Pentingnya penguasaan literasi keuangan (financial literacy) dalam konteks pendidikan di era digital ini. Menurut beliau, literasi keuangan bukan hanya penting bagi para pelajar, tetapi juga penting bagi para pendidik untuk memahami dan mengaplikasikan konsep-konsep keuangan secara efektif dalam pengajaran”. Ungkapnya.

 

Nugraheni juga menyampaikan harapannya agar proses pelatihan Cache Curriculum tentang literasi keuangan ini dapat memberikan wawasan dan keterampilan yang bermanfaat bagi seluruh peserta.

 

“Waliwilayah dapat menjadi agen perubahan yang mampu mengintegrasikan konsep literasi keuangan ke dalam kurikulum pendidikan serta mengajarkannya dengan metode yang menyenangkan dan interaktif kepada para siswa dlam membantu pemuliha pembelajaran dan program buku bacaan bermutu”. Tegasnya.

 

Sigit, panitia penyelenggara kegiatan ini mengatakan bahwa proses pelatihan Cache Curriculum tentang literasi keuangan ini diharapkan dapat membawa dampak positif dalam peningkatan pemahaman dan keterampilan finansial bagi Waliwilayah BBPMP Jateng.

 

“Kami berharap semua Waliwilayah dapat mengikuti CB ini dengan baik dan tuntas sehingga mampu memberikan pelatihan dan  pendampingan bagi sekolah inti terkait materi literasi financial ini”. Harapnya.

 

Tim trainer PJI (Pijar Juara Indonesia) Utami, juga memberikan pesan kepada peserta agar mengimplementasikan materi yang telah disediakan oleh PJI ke dalam kurikulum sekolah inti dengan mudah karena semua materi pelatihan telah didesain dengan lengkap tinggal memanfaatkan kepada peserta pelatihan.

 

“Dengan menggunakan materi yang telah disiapkan dengan seksama oleh PJI, diharapkan Waliwiayah  dapat memberikan materi ini dengan udah kepada para guru dari sekolah initi dan ini juga untuk mengimbangi kebutuhan literasi keuangan di tengah masyarakat dengan lebih efektif”. Ujarnya.

 

Ia berpesan agar proses pelatihan Cache Curriculum tentang literasi keuangan ini diharapkan dapat membawa dampak positif dalam peningkatan pemahaman dan keterampilan finansial bagi seluruh komponen pendidikan di Jawa Tengah, “sehingga mampu menciptakan generasi yang lebih cerdas dan mandiri secara finansial di masa depan”. Ujarnya lagi.

 

Ardiani, PIC PDM 10, menjelaskan bahwa salah satu program unggulan yang sedang dijalankan adalah Program Pemulihan Pembelajaran. Program ini bertujuan untuk memanfaatkan buku bacaan bermutu yang mendukung literasi, sehingga dapat meningkatkan literasi siswa.

 

“Program ini dapat diintegrasikan dengan Program buku bacaan bermutu dan program  P5 yang bertujuan untuk memperkuat pembelajaran literasi di tingkat dasar dan menengah. Implementasi materi yang telah disediakan oleh PJI akan di imbaskan di sekolah inti. Diharapkan peserta dapat mengimbangi kebutuhan literasi keuangan di tengah masyarakat dengan lebih efektif”.Tegasnya

 

Proses pelatihan Cache Curriculum tentang literasi keuangan ini diharapkan dapat membawa dampak positif dalam peningkatan pemahaman dan keterampilan finansial bagi seluruh komponen pendidikan di Jawa Tengah, sehingga mampu menciptakan generasi yang lebih cerdas dan mandiri secara finansial di masa depan.