Published On: 2 July 2024Categories: Berita, Berita Daerah

Bu Fat Gelagapan Kedatangan Pembeli Berbahasa Inggris

Kota Semarang – – Bu Fat, seorang pemilik warung di Kantin BBPMP.Jateng, mendapati dirinya gelagapan ketika seorang pembeli dari Filipina datang untuk memesan sarapan pagi. Ketika sang pembeli mulai berbicara dalam bahasa Inggris, Bu Fat hanya bisa diam sambil terus membasuh piring-piringnya, kebingungan bagaimana harus merespons.

Di satu sisi, seorang pembeli warga lokal yang sudah menikmati sarapannya mengira wajah pembeli dari Filipina itu adalah warga lokal karena mirip dengan orang Ungaran. Namun, suasana berubah ketika orang Filipina tersebut berdiri dan mencoba memesan makanan. Bu Fat hanya bisa cengar-cengir dengan wajah bingung, tidak tahu harus berkata apa.

Untungnya, anak perempuan Bu Fat yang bisa berbahasa Inggris datang dan membantu komunikasi dengan pembeli tersebut. Dengan lancar, ia menjelaskan berbagai jenis masakan yang tersedia di warung ibunya, membuat suasana kembali tenang dan nyaman.

Tidak lama kemudian, rombongan dari Sisters School Undip yang terdiri dari berbagai negara ikut nimbrung dan memesan sarapan. Beberapa Widyaprada (WP) yang kebetulan ada di sana juga ikut berbaur dan berbicara dengan para tamu asing, menciptakan suasana yang ramai dan penuh keakraban.

Sanoto dan Febri,  Widyaprada yang pagi itu juga sarapqn , mengatakan bahwa kejadian ini menunjukkan betapa pentingnya keterampilan berbahasa Inggris di era globalisasi. “Kemampuan berbahasa asing membuka banyak pintu, termasuk dalam dunia bisnis dan pelayanan. Ini adalah pelajaran berharga bagi kita semua,” ujarnya.

Pengalaman ini memberikan Bu Fat, pandangan baru tentang pentingnya pendidikan bahasa. Bu Fat mengaku bahwa ia sekarang semakin termotivasi untuk memberikan pendidikan bahasa yang lebih baik kepada anak-anaknya. “Anak saya bisa bantu komunikasi dengan orang asing, itu hal yang luar biasa. Saya bangga dan merasa perlu untuk terus mendukung mereka belajar bahasa,” kata Bu Fat dengan bangga.

Rombongan Sisters School Undip pun mengapresiasi keramahan dan usaha keluarga Bu Fat dalam melayani mereka. Mereka merasa senang dan nyaman makan di warung tersebut, sambil bertukar cerita dan pengalaman dengan pegawai BBPMP. “Ini pengalaman yang menyenangkan, bisa merasakan makanan lokal dan berinteraksi dengan pegawai setempat,” ungkap salah satu anggota rombongan.

Setelah kejadian ini, Bu Fat juga mendapatkan ide untuk mungkin menyediakan menu dalam bahasa Inggris di warungnya. Dengan begitu, pengunjung asing bisa lebih mudah memahami dan memesan makanan yang diinginkan. “Saya pikir ini ide yang bagus, mungkin kita bisa mulai dari hal-hal kecil seperti ini,” tambahnya.

Pesan moral dari kejadian ini adalah pentingnya membekali anak-anak dengan kemampuan berbahasa internasional. Dengan kemampuan berkomunikasi yang baik, mereka dapat berinteraksi dengan orang dari berbagai negara dan budaya. Kunci dari komunikasi yang efektif adalah penguasaan bahasa, yang dapat membuka pintu bagi lebih banyak peluang dan pengalaman di masa depan. Bu Fat berharap kejadian ini bisa menjadi inspirasi bagi orang tua lainnya untuk memperhatikan pendidikan bahasa Inggri kepada anak-anak mereka.