Published On: 7 December 2023Categories: Berita, Berita Daerah, Headline

Foto: Kadindik Kabupaten Ke dal, Ferinando Rad Bonay, MM. Saat membuka Orientasi Teknis Pencegahan Kekerasan di Satuan Pendidikan di SMPN 2 ke dal, hari Rabu (6/12/2023)

Kendal – – Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal menggelar acara Orientasi Teknis Satuan Petugas dan Tim Pencegahan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan (TPPKSP) bertempat di SMPN 2 Kendal.

Acara ini diikuti oleh 8 sekolah dan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan orang tua serta masyarakat dalam menjaga keamanan dan kualitas pendidikan di satuan pendidikan.

Dalam pembukaan acara, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal, Ferinando Rad Bonay, yang menekankan pentingnya partisipasi orang tua dan lingkungan dalam meningkatkan kualitas satuan pendidikan.

“Keamanan anak menjadi fokus utama, dan itu membutuhkan dukungan fasilitas dan sarana prasarana yang tidak selalu dapat dipenuhi melalui dana APBD. Oleh karena itu, peran aktif masyarakat sangat diperlukan”. Tegasnya.

Fernando, mengatakan partisipasi masyarakat dianggap sebagai salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan layanan pendidikan berkualitas. Selain itu, upaya pencegahan kekerasan di sekolah juga menjadi prioritas, yang harus dimulai dari peran guru sebagai contoh yang baik. Dengan menerapkan pendekatan pencegahan dan antisipasi dini, potensi kekerasan di satuan pendidikan dapat dideteksi lebih awal.

“Dalam upaya meningkatkan keamanan sekolah, Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal memiliki kebijakan agar semua sekolah memasang CCTV pada tahun 2024. Hal ini bertujuan untuk memantau proses belajar mengajar serta meningkatkan keamanan sekolah”. Ungkapnya.

Acara orientasi teknis ini juga mencakup sosialisasi terkait Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 46 tahun 2023 tentang Pencegahan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan.

Yeni penanggungjawab kegiatan ini mengatakan, acara diawali dengan sosialisasi interaktif mengenai regulasi tersebut, di mana peserta dibagi menjadi kelompok untuk menjawab pertanyaan terkait regulasi tersebut.

“Selanjutnya, setiap kelompok berbagi informasi dengan kelompok lain untuk membandingkan temuan mereka. Acara ini dipandu oleh Kapokja, Heri Martino”. Jelasnya.

Ia menambahkan, acara juga mencakup pemahaman tentang anak, kekerasan pada anak, peran institusi dalam perlindungan anak, manajemen risiko, dan praktik penanganan kekerasan di satuan pendidikan.

“Diharapkan melalui kegiatan ini, kesadaran akan pentingnya pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan pendidikan semakin meningkat”. Pungkasnya.