Published On: 28 October 2023Categories: Artikel Pendidikan, Artikel Populer, Berita, Headline

Oleh: Dr. MRT (Dr. Mampuono R. Tomoredjo)

Ditulis dengan Strategi Tali BambuApus Giri

Pada peringatan Hari Sumpah Pemuda yang ke-95 tahun 2023 kali ini, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) telah memberikan pidato yang sangat bermakna. Penulis yang mengikuti langsung jalannya upacara Sumpah Pemuda di halaman depan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Tengah pagi ini  mencoba mencermati isi pidato yang dibacakan oleh inspektur upacara, Kepala Bagian Umum BBPMP Jawa Tengah, Adi Hartono. 

Penulis sangat bersyukur karena bagi penulis yang saat ini sedang getol menggerakkan agar guru Jawa Tengah dan guru Indonesia pada umumnya melek AI, salah satu isi pidato ini mencerminkan kesadaran akan perubahan global yang sedang berlangsung, terutama dalam hal penggunaan teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI). Dalam pidato yang memotivasi ini, Menpora menyoroti tantangan dan peluang yang dihadapi oleh generasi muda Indonesia dalam menguasai AI.

Inilah kutipan langsung dari pidato Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) pada alinea ke-6 yang dibacakan oleh  setiap inspektur upacara di seluruh Indonesia pada peringatan Hari Sumpah Pemuda yang ke-95 tahun 2023.

Di sisi lain, perkembangan teknologi terkini dan arus informasi yang semakin cepat membuat kesenjangan penguasaan terhadap teknologi dan informasi antar generasi. Demikian halnya dengan tatanan sosio-kultural, politik, dan bahkan bisnis yang dikontestasi. Kita perlu bertanya apakah artificial intelligence telah digunakan optimal secara masif. Mengimbangi percepatan dan perubahan ini saja sudah cukup membuat kewalahan. Pada intinya, penguasaan oleh pemuda terhadap Teknologi dan Informasi serta Literasi Digital menjadi sesuatu yang harus diseriusi.” 

Pidato ini mencerminkan realitas yang harus dihadapi oleh generasi muda Indonesia dalam menghadapi perubahan teknologi yang semakin cepat. Penulis akan mengulas lebih lanjut tentang bagaimana kutipan pidato ini memotivasi dan menginspirasi generasi muda Indonesia.

Tantangan Generasi Muda

Menpora menekankan bahwa dunia saat ini sedang menghadapi revolusi teknologi yang mengubah cara kita hidup dan bekerja. Perkembangan teknologi yang pesat dan arus informasi yang tak terbendung telah menciptakan kesenjangan pengetahuan antara generasi. Generasi muda Indonesia dihadapkan pada pertanyaan kritis: Apakah kita siap menghadapi tantangan ini? Apakah kita memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk bersaing dalam dunia yang semakin terhubung ini?

Dalam pidatonya, Menpora memberikan gambaran yang jelas tentang perlunya pemahaman teknologi, informasi, dan literasi digital. Ini adalah fondasi penting yang harus dimiliki oleh generasi muda. Tapi, apa yang membuat tantangan ini begitu menarik adalah bahwa tidak hanya harus dihadapi, tetapi juga diubah menjadi peluang.

Salah satu pesan kuat dalam pidato ini adalah bahwa generasi muda Indonesia tidak hanya harus menghadapi tantangan, tetapi juga mengubahnya menjadi peluang. Tantangan teknologi yang ada adalah panggilan bagi mereka untuk terus belajar, berkembang, dan berkreativitas. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang tepat, mereka dapat menjadi pionir dalam mengatasi kesenjangan teknologi dan memanfaatkan peluang yang muncul dalam era yang semakin terhubung.

Pidato Menpora menggambarkan masa depan yang terbuka lebar bagi generasi muda Indonesia. Mereka memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin dalam dunia yang dipengaruhi oleh teknologi dan AI, dan peran para guru dalam mendukung mereka sangat penting dalam perjalanan ini. Dengan semangat belajar dan kerja keras, generasi muda  dapat mempersiapkan diri untuk masa depan yang cerah dan berkontribusi pada kemajuan Indonesia. Dalam menghadapi tantangan teknologi, generasi muda harus mempersiapkan diri  untuk menjadi pemimpin masa depan yang mampu menjadi agen perubahan positif dalam masyarakat dan dunia.

Peluang Besar dalam AI

Menpora menyatakan bahwa AI adalah salah satu teknologi yang menjadi pusat perhatian. Teknologi ini membawa peluang besar bagi generasi muda Indonesia. Dalam dunia yang dipengaruhi oleh AI, generasi muda kita memiliki peluang untuk menjadi pionir, pencipta inovasi, bukan hanya pengikut. Mereka dapat menggunakan AI secara optimal untuk memajukan negara ini dalam berbagai bidang.

AI telah membuka pintu bagi revolusi dalam sektor-sektor seperti kesehatan, pendidikan, bisnis, dan banyak lagi. Ini adalah peluang bagi pemuda Indonesia untuk berperan aktif dalam mengatasi tantangan-tantangan yang dihadapi oleh bangsa kita.

Menpora telah memberikan pandangan yang mendalam mengenai peluang besar yang ditawarkan oleh teknologi Artificial Intelligence (AI) kepada generasi muda Indonesia. Dalam pidato yang memotivasi ini, ia menekankan bahwa AI adalah salah satu teknologi yang saat ini menjadi pusat perhatian, dan dengan pemahaman dan pemanfaatan yang tepat, generasi muda dapat menjadi pionir dalam mengembangkan inovasi yang akan memajukan Indonesia.

AI membuka pintu lebar bagi perubahan yang revolusioner di berbagai sektor. Salah satunya adalah di sektor kesehatan, di mana AI dapat digunakan untuk mendiagnosis penyakit, mengidentifikasi tren kesehatan masyarakat, dan mengembangkan solusi perawatan yang lebih efektif. Dalam pendidikan, AI dapat membantu dalam personalisasi pembelajaran, membantu siswa dalam memahami materi pelajaran, dan meningkatkan efisiensi proses pendidikan.

Tidak hanya dalam sektor kesehatan dan pendidikan, AI juga memiliki dampak yang signifikan di sektor bisnis. Generasi muda dapat memanfaatkan AI untuk mengembangkan startup teknologi, mengotomatisasi proses bisnis, dan menciptakan peluang ekonomi yang lebih besar. Pemuda Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi inovator dan penggerak perubahan dalam menerapkan AI dalam berbagai aspek kehidupan.

Perjuangan Menuju Kemajuan

Menpora tidak hanya memberikan motivasi semata, tetapi juga menyoroti betapa pentingnya semangat dan kerja keras. Pemuda Indonesia harus bersatu, belajar AI, dan menggunakan potensi mereka untuk menciptakan masa depan yang cerah bagi bangsa ini.

Dengan semangat dan kerja keras, generasi muda Indonesia dapat duduk sejajar dengan generasi dari negara-negara lain. Mereka memiliki kemampuan untuk menciptakan prestasi dan kemajuan di tingkat dunia. Ini adalah panggilan kepada pemuda Indonesia untuk tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga produsen dan inovator di era AI.

Menpora mengingatkan kita bahwa pemuda Indonesia bukan hanya bagian dari masyarakat lokal, tetapi juga bagian dari masyarakat global yang semakin terhubung. Pesan yang diungkapkan dalam pidato ini adalah bahwa pemuda Indonesia memiliki peran penting dalam menciptakan dunia yang lebih baik dan berdampak positif pada skala global.

Dengan memahami dan menguasai AI, generasi muda Indonesia dapat berkontribusi dalam mengatasi masalah global seperti perubahan iklim, kesehatan global, dan banyak tantangan lainnya. Mereka adalah pemimpin masa depan yang akan membantu Indonesia berdiri sama tinggi dengan negara-negara maju di dunia.

Pemuda Indonesia dalam Wawasan Global

Menpora, dalam pidatonya  memperingatkan bahwa pemuda Indonesia adalah lebih dari sekadar anggota masyarakat lokal. Mereka adalah bagian integral dari komunitas global yang semakin terhubung. Pesan yang diungkapkan dalam pidato ini membawa makna mendalam; pemuda Indonesia memiliki peran penting dalam menciptakan perubahan positif di tingkat global.

Pemahaman dan penguasaan AI oleh generasi muda Indonesia membawa implikasi yang jauh lebih besar daripada sekadar perkembangan teknologi di dalam negeri. Mereka memiliki potensi untuk menjadi kontributor aktif dalam mengatasi masalah global yang mendesak, seperti perubahan iklim dan tantangan kesehatan global. Ini bukan lagi tentang berdiri sama tinggi dengan negara-negara maju; ini tentang berperan sebagai pemimpin dalam mengatasi tantangan-tantangan dunia.

Menpora menekankan bahwa pemuda Indonesia harus mampu mengintegrasikan peran global dalam kehidupan dan aspirasi mereka. Dalam dunia yang semakin terhubung, batasan nasional semakin kabur. Kemampuan generasi muda untuk berkolaborasi dengan pemuda dari berbagai negara dan budaya akan menjadi kunci dalam menghadapi masalah global yang kompleks.

Mereka dapat menggunakan pengetahuan tentang AI untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek kolaboratif yang memiliki dampak positif global. Ini bukan hanya tentang menciptakan teknologi, tetapi juga tentang memanfaatkan teknologi ini untuk meningkatkan kehidupan dan kesejahteraan manusia di seluruh dunia.

Pesan Menpora menggambarkan harapan bahwa generasi muda Indonesia memiliki potensi untuk menciptakan dunia yang lebih baik. Dengan pengetahuan tentang AI, mereka dapat berperan dalam merumuskan solusi untuk masalah-masalah yang meresahkan dunia saat ini. Ini adalah panggilan untuk bertindak, untuk menjadi agen perubahan dalam upaya menciptakan dunia yang lebih baik bagi semua.

Generasi muda Indonesia tidak hanya memiliki tanggung jawab terhadap bangsa mereka, tetapi juga terhadap dunia. Pesan Menpora adalah dorongan untuk terus belajar, terus berinovasi, dan terus berkontribusi dalam rangka menciptakan masa depan yang lebih cerah, tidak hanya untuk Indonesia, tetapi juga untuk seluruh planet ini.

Peran Guru dalam Mempersiapkan Generasi Muda


Dari sisi profesi penulis sebagai widyaprada, yang banyak berurusan dengan peningkatan mutu pendidikan, peran guru dalam percepatan penguasaan Ai menjadi cukup krusial.  Guru memiliki tanggung jawab untuk membantu generasi muda dalam menguasai teknologi, khususnya AI. Mereka dapat menjadi mentor dan fasilitator dalam proses pembelajaran AI. Guru-guru yang mendukung generasi muda untuk memahami, mengembangkan, dan mengaplikasikan teknologi ini akan memainkan peran kunci dalam menciptakan pemuda yang lebih berdaya dalam menghadapi perubahan teknologi.

Guru memiliki tanggung jawab untuk memandu, memberi inspirasi, dan memberikan pengetahuan dasar tentang teknologi AI. Mereka harus menjadi fasilitator pembelajaran yang menggugah minat siswa untuk memahami konsep-konsep yang kompleks terkait AI. Peran guru dalam membantu generasi muda memahami AI tidak hanya tentang memberikan pengetahuan, tetapi juga tentang memberikan panduan etika dan moral dalam penggunaan teknologi ini. Mereka juga harus membantu siswa dalam mengembangkan keterampilan analitis, pemecahan masalah, dan berpikir kritis yang sangat penting dalam menghadapi AI.

Guru harus dilihat sebagai mitra penting dalam perjalanan generasi muda menuju penguasaan AI. Dengan pendekatan yang tepat, guru dapat membantu generasi muda Indonesia memanfaatkan peluang yang dihadapi oleh AI, menjadikan mereka pionir dalam mendorong perubahan positif dalam masyarakat dan memajukan negara ini dalam era teknologi canggih.

Kesimpulan

Pidato Menpora pada Hari Sumpah Pemuda 2023 adalah panggilan yang kuat bagi generasi muda Indonesia untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi perubahan teknologi yang tak terelakkan. Meskipun ada tantangan yang harus diatasi, pidato ini juga menggarisbawahi peluang besar yang muncul dalam penguasaan Artificial Intelligence (AI).

Generasi muda Indonesia diberi tugas untuk belajar AI, mengembangkan inovasi, dan mengoptimalkan potensi mereka untuk memajukan bangsa. Pesan yang disampaikan Menpora adalah panggilan kepada mereka untuk tidak hanya melihat diri mereka sebagai bagian dari masyarakat lokal, tetapi juga sebagai pemain global yang memiliki tanggung jawab dalam menciptakan perubahan positif.

Namun, peran guru dalam perjalanan ini juga sangat penting. Mereka adalah pendukung utama generasi muda dalam memahami dan menguasai AI. Guru harus menjadi mentornya, memberikan panduan etika dan moral, serta membantu mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan dalam menghadapi era AI.

Dalam menghadapi tantangan teknologi, generasi muda Indonesia harus percaya bahwa mereka dapat menjadi agen perubahan positif. Pidato Menpora adalah sumber motivasi yang harus menginspirasi mereka untuk mengambil langkah pertama dalam menguasai AI demi kemajuan Indonesia yang lebih besar, bukan hanya dalam skala nasional, tetapi juga dalam skala global. Dengan semangat dan kerja keras, mereka dapat menjadi pelopor yang membawa bangsa ini menuju masa depan yang cerah dan lebih baik.

***

(Penulis, Dr. MRT atau Dr. Mampuono R. Tomoredjo, M. Kom. adalah widyaprada BBPMP Jawa Tengah, Ketum PTIC (Perkumpulan Teacherpreneur Indonesia Cerdas), dan penggerak literasi dengan Strategi Tali Bambuapus Giri atau Implementasi Literasi Produktif Bersama dalam Pembuatan Pustaka Digital Mandiri Berbasis AI dengan memberdayakan metode Menemu Baling atau menulis dengan mulut dan membaca dengan telinga. Penulis juga pernah menjadi juara Guru Inovatif Asia Pasific Microsoft yang terus berbagi tentang penggunaan ICT Based Learning ).